Ini Kadar Alkohol dalam Berbagai Jenis Minuman Keras

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Fadhli Rizal Makarim   06 Mei 2024

"Setiap orang yang ingin mengonsumsi minuman alkohol perlu mengetahui kadarnya. Tujuannya untuk mengetahui batasan minum sehingga terhindar dari efek buruk alkohol."

Ini Kadar Alkohol dalam Berbagai Jenis Minuman KerasIni Kadar Alkohol dalam Berbagai Jenis Minuman Keras

DAFTAR ISI


Halodoc, Jakarta – Minuman alkohol adalah minuman yang mengandung senyawa alkohol etil (etanol) dan menyebabkan efek memabukkan pada mereka yang mengonsumsinya. Nah, minuman alkohol sendiri ada banyak jenisnya dan memiliki kadar yang berbeda-beda. 

Kadar alkohol diukur dalam bentuk persentase yang menggambarkan seberapa besar proporsi alkohol dalam total volume atau berat suatu bahan. Pengukuran kadar alkohol ini untuk menentukan sejauh mana suatu minuman atau cairan dapat memabukkan atau berdampak pada kesehatan seseorang.

Kadar Alkohol dalam Berbagai Jenis Minuman Keras

Mengetahui kadar alkohol sangat penting untuk menentukan batasan seseorang untuk minum sehingga tidak menimbulkan masalah kesehatan.

Nah, berikut jenis-jenis minuman keras berdasarkan kadar kandungan alkoholnya:

1. Anggur (Wine)

Wine adalah minuman keras yang terbuat dari fermentasi buah anggur. Kadar alkohol dalam anggur biasanya berkisar antara 12-15 persen.

Namun, ada jenis anggur tertentu, seperti port dan sherry, yang dapat memiliki kadar alkohol lebih tinggi, yakni mencapai 20 persen atau lebih.

Faktanya, anggur merah mengandung senyawa polifenol, seperti resveratrol, yang diyakini memiliki efek positif pada kesehatan jantung.

Mengonsumsi wine secukupnya ternyata justru menjaga  fungsi pembuluh darah dan mengurangi risiko penyakit jantung. 

Namun, efek menyehatkan ini hanya berlaku jika dikonsumsi dalam jumlah yang sangat terbatas. Itu sebabnya, kamu perlu konsumsi wine dengan bijak dan tidak berlebihan.

2. Bir 

Beer atau bir adalah minuman beralkohol yang terbuat dari fermentasi malt dan hop. 

Kadar alkohol dalam bir bervariasi tergantung pada jenisnya. Bir ringan memiliki kadar alkohol sekitar 3-4 persen, sedangkan bir berat (stout, porter) bisa mencapai 8 persen atau lebih. 

Konsumsi bir kadar alkohol rendah juga berkaitan dengan penurunan risiko penyakit jantung.

Bir mengandung polifenol dan serat yang memiliki manfaat kesehatan jika kamu konsumsi dengan bijak.

Namun, ada juga bir khusus seperti barleywine yang memiliki kadar alkohol sangat tinggi, bisa mencapai 12 hingga 15 persen.

Lantas, Berapa Batasan Aman Mengonsumsi Minuman Beralkohol?

3. Sake

Minuman keras tradisional Jepang ini terbuat dari fermentasi beras. Kadar alkohol dalam sake berkisar antara 15 -20 persen.

Sake yang lebih kuat, dikenal sebagai “Junmai,” dapat memiliki kadar alkohol lebih tinggi, mencapai 20-22 persen.

Sake juga mengandung polifenol yang dapat memberikan manfaat kesehatan, terutama terkait dengan sistem peredaran darah.

4. Vodka

Jenis minuman alkohol selanjutnya adalah vodka yang terbuat dari fermentasi pati atau biji-bijian.

Kadar alkohol dalam vodka biasanya berkisar antara 35-50 persen. Vodka biasanya dianggap sebagai minuman keras dengan kadar alkohol tinggi.

5. Rum

Minuman alkohol yang satu ini terbuat dari fermentasi gula dan molase. Kadar alkohol dalam rum bervariasi tergantung pada jenisnya.

Light rum memiliki kadar alkohol sekitar 40-45 persen, sedangkan dark rum dapat mencapai 50-60 persen.

6. Whiskey

Whiskey adalah minuman keras yang terbuat dari fermentasi sereal, seperti gandum, jagung, atau jelai.

Kadar alkohol dalam whiskey berkisar antara 40-60 persen, tergantung pada jenisnya. 

Whiskey Scotch cenderung memiliki kadar alkohol lebih tinggi daripada bourbon.

7. Tequila

Minuman alkohol ini berasal dari Meksiko yang terbuat dari agave. Kadar alkohol dalam tequila berkisar antara 35-50 persen.

Tequila silver biasanya memiliki kadar alkohol yang lebih rendah daripada tequila anejo yang telah difermentasi lebih lama.

Tequila juga termasuk minuman yang bisa menjaga peredaran darah apabila dikonsumsi secara terbatas.

Jika berlebihan, kadar alkohol yang tinggi berisiko memicu kecanduan. Ketahui Fakta Medis Seputar Minuman Beralkohol lainnya.

8. Brandy

Kemudian, ada brandy yang terbuat dari fermentasi anggur atau buah-buahan lainnya.

Kadar alkohol dalam brandy berkisar antara 35 hingga 60 persen, tergantung pada jenis dan metode pembuatannya.

9. Liqueur

Liqueur adalah minuman keras yang dicampur dengan gula, buah-buahan, rempah-rempah, dan bahan lainnya.

Kadar alkohol dalam liqueur bervariasi secara signifikan, tetapi biasanya berkisar antara 15-30 persen. 

Hubungi Dokter Ini Jika Kamu/Orang Terdekat Mengidap Kecanduan Alkohol

Penting untuk diingat bahwa beberapa manfaat kesehatan dari mengonsumsi minuman alkohol hanya berlaku ketika kamu mengonsumsinya dalam jumlah yang sangat terbatas.

Konsumsi berlebihan justru bisa memicu masalah kesehatan, seperti penyakit hati dan kecanduan alkohol

Selain itu, manfaat kesehatan ini juga mungkin tidak berlaku untuk semua individu. 

Ada sejumlah faktor, seperti kondisi kesehatan dan interaksi dengan obat-obatan yang harus diperhitungkan sebelum meminum alkohol. 

Seseorang yang punya riwayat masalah alkohol atau masalah kesehatan tertentu, sebaiknya berdiskusi dengan dokter untuk memastikan keamanannya.

Jika kamu atau orang terdekat memiliki tanda-tanda kecanduan alkohol, segera hubungi dokter di Halodoc. 

Mereka bisa memberikan saran dan tindakan yang tepat untuk menangani kondisi ini. 

Berikut beberapa dokter jiwa dan psikolog berpengalaman yang bisa kamu hubungi. Mereka telah mendapatkan penilaian baik dari para pasien yang sebelumnya mereka tangani

Tak perlu khawatir jika dokter atau psikolog  sedang tidak tersedia atau offline. Sebab, kamu tetap bisa membuat janji konsultasi di lain waktu melalui aplikasi Halodoc.

Referensi:
WebMD. Diakses pada2023. Alcohol content
American Addiction Centers. Diakses pada 2023. What are the average alcohol content rates for beer-wine and liquor.
The Spruce Eats. Diakses pada 2023. Alcohol content of liquor. 

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan